Rabu, 16 Maret 2011

HUBUNGAN CAHAYA DAN TANAMAN

STAF LAB. ILMU TANAMAN

Cahaya
Cahaya merupakan faktor esensial pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman, terutama fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Fotosintesis : sebagai sumber energi bagi reaksi cahaya, fotolisis air menghasilkan daya asimilasi (ATP dan NADPH2). Cahaya matahari ditangkap daun sebagai foton akan tetapi tidak semua radiasi matahari mampu diserap tanaman, yang dapat ditangkap  cahaya tampak  dengan panjang gelombang 400 s/d 700 nm
Faktor yang mempengaruhi jumlah radiasi yang sampai ke bumi: sudut datang, panjang hari, komposis atmosfer. Cahaya yang diserap daun 1-5% untuk fotosintesis, 75-85% untuk memanaskan daun dan transpirasi. Peranan cahaya dalam respirasi adalah fotorespirasi dan menaikkan suhu. Sedangkan peranan cahaya dalam transpirasi ialah transpirasi stomater serta mekanisme bukaan stomata.
Kebutuhan intensitas cahaya berbeda untuk setiap jenis tanaman, dikenal tiga tipe tanaman C3, C4, CAM. C3 memiliki titik kompensasi cahaya rendah dan dibatasi oleh tingginya fotorespirasi, sedangkan C4 memiliki titik kompensasi cahaya tinggi sampai cahaya terik dan tidak dibatasi oleh fotorespirasi.
Besaran yang menggambarkan banyak sedikitnya radiasi matahari yang mampu diserap tanaman adalah ILD. ILD kritik dan ILD optimum, ILD kritik menyebabkan pertumbuhan tanaman 90% maksimum. ILD optimum menyebabkan pertumbuhan tanaman (CGR) maksimum. ILD optimum setiap jenis tanaman berbeda tergantung morfologi daun. Faktor eksternal juga mempengaruhi nilai ILD optimum, misalnya jarak tanam (kerapatan tanaman) maupun sistem tanam. Faktor eksternal mempengaruhi radiasi yang diserap dan nilai ILD optimum, melalui efek penaungan (mutual shading)
Penaungan adalah distribusi cahaya dalam tajuk tidak merata, ada daun yang bersifat parasit terhadap fotosintat yang dihasilkan daun yang lain, NAR rendah, CGR rendah, telah tercapai titik kompensasi cahaya, ILD telah melampaui nilai optimumnya. Kaitannya dengan ILD optimum setiap jenis tanaman perlu dilakukan kajian mengenai jarak tanam yang menyebabkan tercapainya ILD optimum tersebut. Pengaturan jarah tanam ditentukan oleh tingkat kesuburan lahan maupun habitus tanaman (morfologi tanaman)
Penentuan kerapatan tanaman dipengaruhi juga oleh hasil ekonomis yang akan diambil dari pertanaman. Hasil ekonomis tanaman berupa biji (produk reproduktif yang lain). Kalau dibuat grafik hubungan antara kerapatan dengan hasil, kurve berbentuk parabolik, ada nilai LAI optimum. Peningkatan kerapatan tanaman setelah LAI optimum, menimbulkan penurunan hasil. Hasil fotosintesis digunakan lebih banyak untuk keperluan vegetatif. Hasil ekonomis tanaman berupa bagian vegetatif tanaman, grafik hub antara kerapatan dengan hasil berbentuk asimtotik. Jarak tanam dibuat serapat mungkin supaya penyerapan radiasi maksimum cepat tercapai, dapat dikatakan tidak ada LAI optimum
Faktor yang Menentukan Besarnya Radiasi Matahari ke Bumi
Sudut datang matahari (dari suatu titik tertentu di bumi) bergantung pada panjang hari, keadaan atmosfer (kandungan debu dan uap air). Panjang hari sering menjadi faktor pembatas pertumbuhan di daerah sub-tropik. Keberadaan radiasi, sering terbatas di sub-tropik pada musim tertentu, sehingga kekurangan radiasi matahari merupakan kendala utama pertanian di sub-tropik. Panjang hari di daerah tropik tidak terlalu menimbulkan masalah (bukan faktor pembatas), relatif konstan, 12 jam/hari. Yang sering menjadi faktor pembatas adalah masalah kelebihan radiasi (intensitas matahari)


Naungan
Naungan merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya yang terlalu tinggi. Pemberian naungan dilakukan pada budidaya tanaman yang umumnya termasuk kelompok C3 maupun dalam fase pembibitan. Pada fase bibit, semua jenis tanaman tidak tahan IC (Intensitas Cahaya) penuh, butuh 30-40%, diatasi dengan naungan. Pada tanaman kelompok C3, naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit saja, tetapi sepanjang siklus hidup tanaman. Meskipun dengan semakin dewasa umur tanaman, intensitas naungan semakin dikurangi. Naungan selain diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke tanaman pokok, juga dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian gulma

Dampak pemberian naungan terhadap iklim mikro antara lain
1.       Mengurangi IC di sekitar sebesar 30-40%
2.       Mengurangi aliran udara disekitar tajuk
3.       Kelembaban udara disekitar tajuk lebih stabil (60-70%)
4.       Mengurangi laju evapotranspirasi
5.       Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat transpirasi tanaman

Hasil penelitian pada tembakau
Dampak pemberian naungan pada pertanaman tembakau :
1.       Laju transpirasi tanaman tembakau menurun sebesar 45,6%
2.       Evapotranspirasi tanah menurun sebesar 60%
3.       Kadar air daun meningkat
4.       Total luas daun tembakau meningkat 40%
5.       Tanaman muda
6.       Memerlukan intensitas cahaya relatif rendah
7.       IC terlalu rendah aktifitas fotosintesis menurun, suplai KH dan auxin untuk pertumbuhan akar menurun, bibit yang kekurangan IC memiliki perakaran yang tidak berkembang
8.       IC terlalu tinggi : fotooksidasi meningkat, suhu tinggi, kelembaban rendah, kematian daun (daun terbakar)
9.       Penelitian pada penyetekan kakao: stek kakao mampu berakar dengan baik kalau mendapatkan intensitas cahaya 20% lebih rendah dari IC penuh (stek kakao diberi naungan dengan intensitas sedang)
10.   Penelitian pada pembibitan karet: bibit karet mampu berakar dengan baik kalau mendapatkan IC 50%
11.   Penelitian pada penyetekan vanili: bibit vanili mampu berakar dengan baik kalau mendapatkan IC 30%-50%

Kekurangan Air Diatasi dengan Naungan
1.       Naungan mengurangi volume kecepatan aliran permukaan dan meningkatkan air tersedia bagi tanaman
2.       Pengaruh lingkungan (Tekanan)
3.       Pengaruh merusak yang dipaksakan, dikendalikan oleh lingkungan
4.       Respon adaptasi, dikendalikan oleh tanaman
5.       Kerusakan: kematian sebagian organ maupun keseluruhan tanaman, penurunan pertumbuhan karena kelainan fisiologis
6.       Kerusakan: resistensi tanaman terhadap tekanan lingkungan berkurang
7.       Respon beradaptasi, merupakan pengendali yang halus terhadap resistensi
8.       Resistensi bisa elastis (terbalikkan) maupun plastis (tidak terbalikkan)
9.       Resistensi elastis, efek mekanisme fisiologis (lebih besifat fisiologis)
10.   Resistensi plastis, efek adaptasi morfologis
11.   Tekanan cahaya bisa menimbulkan respon fisiologis (dalam aktivitas fotosintesis) maupun respon morfologis (berubahnya ukuran daun dll)
12.   Kedua respon tsb memerlukan fleksibilitas fenotipe
13.   Respon Morfologi
14.   Makromorfologi: tinggi tanaman, diameter tanaman, sudut percabangan, jumlah daun, luas daun dll
15.   Mikromorfologi: kandungan klorofil daun, ketebalan daun dll
16.   Tinggi tanaman lebih cepat naik di tempat teduh, diameter tanaman lebih cepat naik di tempat tanpa naungan, sudut percabangan lebih besar ditempat ternaungi, luas daun lebih besar di tempat ternaungi, begitu juga dengan jumlah daun
17.   Kandungan klorofil lebih tinggi di tempat terang, ketebalan daun lebih tinggi di tempat terang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar